Eadweard J. Muybridge - Pelopor Sinematografi

Eadweard J. Muybridge (9 April 1830 – 8 Mei 1904) adalah seorang fotografer Inggris keturunan Belanda yang menghabiskan sebagian besar hidupnya di Amerika Serikat. Dia dikenal karena karya rintisannya pada gerak hewan yang digunakan beberapa kamera untuk menangkap gerak dan zoopraksiskop, sebuah perangkat untuk memproyeksikan gambar gerak melalui strip film fleksibel berlubang.



Muybridge lahir di Kingston upon Thames, Inggris pada tanggal 9 April 1830. Ia beremigrasi ke Amerika Serikat, tiba di San Francisco pada tahun 1855, di mana ia memulai karir sebagai agen penerbit dan penjual buku. Dia meninggalkan San Francisco pada akhir 1860-an, dan setelah kecelakaan kereta pos di mana ia menerima cedera kepala berat, kembali ke Inggris selama beberapa tahun. Sementara memulihkan diri kembali di Inggris, ia mengambil fotografi serius terkadang antara 1861 dan 1866, di mana ia belajar proses Collodion.


Dia muncul kembali di San Francisco pada 1866 dan dengan cepat menjadi sukses dalam fotografi, dengan fokus terutama pada mata pelajaran arsitektur lansekap dan meskipun kartu namanya juga diiklankan jasanya untuk potret. Foto-fotonya yang dijual oleh pengusaha fotografi berbagai Montgomery Street (terutama perusahaan dari Bradley & Rulofson), jalan utama komersial San Fransisco.

Eadweard Muybridge kembali ke tanah kelahirannya di Inggris untuk selamanya pada tahun 1894, menerbitkan dua lanjut, buku-buku populer karyanya dan meninggal pada tanggal 8 Mei 1904 di Kingston upon Thames ketika tinggal di rumah sepupunya Catherine Smith, Park View, 2 Liverpool Road. Rumah itu memiliki plakat peringatan di dinding luar British Film Institute yang diresmikan pada tahun 2004. Muybridge dikremasi dan abunya dimakamkan di Woking di Surrey.

Banyak urutan fotografi Muybridge telah diterbitkan sejak tahun 1950 sebagai buku referensi seniman.

Written by: 70 Penemu Updated at : 12:00

Benjamin Franklin - Penemu Penangkal Petir

Benjamin Franklin 

Benjamin Franklin lahir di Milk Street, Boston, Maasachushetts pada tahun 1706. Ben, begitu ia disapa adalah anak ke 15 dari 17 bersaudara. Ben adalah anak yang cerdas dan selalu ingin tahu. Pada umur 7 tahun ia bahkan telah membaca buku-buku berbobot. Pada tahun 1714 saat berusia 8 tahun, Ben dimasukkan di sekolah tata bahasa di Boston Latin School, sayangnya hanya setahun. Ben harus berhenti sekolah karena ayahnya tidak sanggup membayar biaya sekolah tersebut. Ia lalu pindah ke sekolah lain yang lebih murah.

Pindah sekolah tidak membuat Ben patah semangat. Di sekolah barunya, Ben tetap semangat belajar. Disela-sela waktu belajarnya, ia juga membantu bekerja di pabrik lilin milik ayahnya. Semangat belajar dan ketekunannya itulah yang kelak membuatnya dikenal sebagai tokoh yang memiliki serangkaian penemuan, salah satunya adalah penangkal petir.

Untuk dapat menemukannya, Ben harus melakukan eksperimen yang sangat berbahaya. Eksperimen itu ia lakukan pada tahun 1752. Ia menerbangkan layang-layang pada saat badai guntur. Ujung layang-layang itu diberinya batangan logam yang ujungnya runcing menghadap keatas. Logam ini segera saja menjadi tempat berkumpulnya muatan listrik dari awan. Muatan itu dihantarkan melalui benang yang basah oleh hujan dan mengumpul pada sebuah kunci logam yang diikatkan ke benang tersebut. Saat bejana Leyden didekatkan ke kunci logam, segera saja bejana itu penuh bermuatan listrik. Hasil dari eksperimen ini membawa Ben ke penemuan "Tongkat Franklin" atau lebih kita kenal sebagai "Penangkal Petir".

percobaan Benjamin Franklin 
Percobaan Benjamin Franklin

Ben memang anak yang cerdas. Ketika ia bekerja di percetakan milik kakaknya, diam-diam Ben menulis untuk koran kakaknya, New England Courant. Hal ini menimbulkan pertengkaran dengan James, kakaknya. Kemudian Ben meninggalkan rumah dan mencari penghidupan sendiri. Mula-mula ia di New York namun akhirnya pindah ke Philadelphia. Disana ia bekerja pada beberapa percetakan. Meski sulit, tapi ia berhasil hidup mandiri. Berkat ketekunan dan kerja kerasnya di Philadelphia, Ben berhasil menjadi pengusaha yang sukses setelah mendirikan percetakan sendiri dan membeli koran Penzylvania Gazzete. Tak hanya itu, Ben juga menerbitkan almanak tahunan, Poor Richard's Almanac.

Poor Richard's Almanac 
Poor Richard's Almanac

Kesuksesannya itu membuat hari-hari Ben menjadi begitu menyenangkan. Pada umur 42 tahun ia telah berlimpah materi. Maka Ben pun menapaki karir barunya sebagai ilmuwan. Selama menjalani karir sebagai ilmuwan, sejumlah penemuan penting telah berhasil ditemukannya. Selain penangkal petir, Ben juga menemukan "Tungku Franklin" yaitu sebuah tungku perapian yang efisien dan aman dari bahaya kebakaran.

Tahun 1752 Ben menerima medali kehormatan dari Royal Society atas risetnya tentang listrik, hasil riset itu membawa Ben pada Hukum Kekekalan Muatan. Ben menyatakan bahwa listrik hanya ada satu jenis. Untuk menandai benda yang kelebihan atau kekurangan listrik, Ben menggunakan plus (+) dan minus (-). Kode itu tetap diterapkan hingga sekarang.

Benjamin Franklin pada uang 100 Dollar 
Benjamin Franklin pada lembaran 100 Dollar

Selain sebagai penemu, nama Benjamin Franklin juga terukir indah sebagai tokoh yang ikut berperan dalam kemerdekaan Amerika. Benjamin Franklin meninggal dunia pada usia 84 tahun, tepatnya pada 17 April 1790. Dua tahun sebelum meninggal (1788) ia menyelesaikan biografinya yang menjadi salah satu karya sastra terkenal dan tetap dibaca hingga sekarang.
Written by: 70 Penemu Updated at : 08:00

Andres Celsius - Penemu Skala Suhu

Andres Celcius 

Selamat pagi Indonesia... Akhirnya saya bisa mengetik tulisan baru pada selasa pagi hari ini. Biasanya saya mengetik artikel pada malam hari, tapi karena semalam lagi mati lampu sampai pagi jadi sekaranglah saatnya untuk mengetik lagi. Kali ini saya akan menuliskan artikel mengenai Andres Celsius - Penemu Skala Suhu. Baiklah.. langsung saja saya mulai..
بِسْـــــــــمِ ﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Bagaimana kita bisa menentukan seberapa panas suhu tubuh seseorang? Atau seberapa panas cuaca hari ini? Tentu kita akan kesulitan menentukannya apabila kita tidak memiliki patokan baku untuk mengukur panas. Untunglah saat ini sudah ada patokan baku satuan untuk mengukur suhu. Adalah Andres Celsius, ilmuwan yang telah menciptakan satuan pengukur atau skala suhu tersebut.

Andres Celsius lahir di Uppsala, Swedia pada tahun 1701. Celsius berasal dari keluarga ilmuwan Swedia. Kedua kakeknya adalah ilmuwan di Uppsala, Magnus Celsius sebagai Professor Matematika dan Anders Spole adalah seorang Professor Astronomi. Ayahnya, Nils Celsius juga seorang Professor Astronomi. Tak pelak, Andres Celsius juga tertarik menggeluti bidang Matematika dan Astronomi. Sejak usia dini, Celsius sudah mahir dalam bidang matematika, dan dalam usia yang sangat muda, 29 tahun pada tahun 1730 Celsius sudah menjadi seorang Professor Astronomi.

Celsius memulai penelitian besarnya saat menentukan bentuk bumi. Untuk itu ia melakukan ekspedisi ke berbagai wilayah termasuk ke daerah kutub. Ia memulai ekspedisinya pada tahun 1732. Selama 4 tahun ia hampir mengunjungi seluruh tempat observasi di Eropa dimana ia bekerja dengan para astronom lainnya.

Perangko Bergambar Andres Celcius 
Perangko Bergambar Andres Celcius

Setelah ia kembali ke Uppsala tepatnya pada tahun 1736 ia bergabung dengan tim astronom Prancis yang terkenal, Mauperitus ke Tornea yang terletak di wilayah paling utara di Swedia. Tujuan ekspedisi ini adalah mengukur panjang derajat garis bujur dekat kutub dan membandingkan hasilnya dengan ekspedisi serupa di Peru (sekarang Ekuador) yang letaknya dekat dengan garis khatulistiwa.

Dari hasil ekspedisinya, ia menyimpulkan bahwa bentuk bumi tidak bulat tetapi agak lonjong di bagian kutub. Penemuan itu menguatkan teori yang dikemukakan oleh Isaac Newton sebelumnya.

Selain astronomi, Celsius juga tertarik dalam bidang pengukuran, termasuk pengukuran suhu. Saat itu terdapat beragam alat pengukur suhu (termometer) dengan satuan ukuran yang berbeda. Dari situ Celsius berpikir untuk menciptakan satuan pengukur suhu yang bisa dijadikan patokan secara internasional.

Akhirnya ia berhasil menciptakan skala pengukuran suhu dengan patokan suhu air. Suhu air saat membeku adalah nol derajat celcius (ditulis 0°C) sedangkan suhu air mendidih adalah 100°C. Skala pengukuran suhu seperti ini sebenarnya merupakan kebalikan dari desain asli Celsius. Dulu Celsius menetapkan titik beku air 100°C dan titik didihnya adalah 0°C.

Andres Celsius mempublikasikan sebagian besar hasil penelitian dan kerjanya di Royal Society of Sciences yakni Perhimpuna Ilmuwan di Uppsala yang merupakan himpunan ilmuwan tertua di Swedia dan didirikan pada tahun 1710. Di perhimpunan tersebut Celsius menjadi sekretaris dari tahun 1725-1744. Ia juga memimpin sekitar 20 disertasi dalam bidang astronomi. Kemudian ia menulis ebuah buku yang berjudul Arithmetics for The Swedish Youth pada tahun 1741.

Celsius meninggal dunia pada tahun 1744 akibat penyakit TBC yang dideritanya. Jasadnya dimakamkan disebelah makam kakeknya Magnus Celsius di dekat sebuah gereja di Gamla, Uppsala.

Banyak manfaat yang bisa dipetik dari penemuan Clesius terutama penemuannya tentang satuan pengukur suhu. Dengan adanya satuan itu kita bisa lebih mudah mematok ukuran suhu. Misalnya suhu tubuh seorang anak yang sehat berkisar 37°C. Jika suhunya melebihi itu, maka boleh jadi hal itu adalah indikasi sang anak sedang sakit.
Written by: 70 Penemu Updated at : 09:30

Bartolomeo Cristofori - Penemu Piano

Bartolomeo Cristofori 

Piano adalah salah satu alat musik yang bisa menghasilkan alunan nada yang indah. Kalau anda pernah mendengarkan musik klasik karya Mozart, Bach, Beethoven, atau maestro musik  klasik lainnya maka kamu dapat merasakan keindahan nada yang bisa dimainkan dari alat musik piano.

Sampai saat ini pun piano masih digunakan untuk berbagai event musik. Apalagi piano tergolong alat musik yang cukup fleksibel, dalam arti piano bisa digunakan untuk berbagai jenis musik, mulai yang lembut sampai yang keras sekalipun.

Nah tahukah kamu siapa orang yang telah berjasa menemukan alat musik piano? Orang yang disebut-sebut sebagai penemu piano adalah Bartolomeo Cristofori.

Cristofori lahir di Padua, Italia pada 4 Mei 1655. Kehidupan masa kecilnya tidak banyak diketahui. Sebuah sumber hanya mengatakan bahwa Cristofori menimba ilmu dengan cara mengabdi pada Nikolo Amati yaitu seorang pembuat biola pada masa itu.

Saat berusia 33 tahun atau tepatnya pada tahun 1688, Cristofori direkrut bekerja oleh Prince Ferdinando de Medici. Ferdinando adalah seorang pecinta musik yang merupakan pewaris Cosimo III, satu dari Grand Dukes of Tuscany. Saat itu Tuscany merupakan kerajaan otonom kecil di Italia. Cristofori bekerja dengan ulet dan rajin sehingga Ferdinando kagum dan senang kepadanya. Kekaguman itu diwujudkan Ferdinando dengan cara memberikan bayaran yang jauh lebih tinggi dari bayaran yang semula disepakati.

Pianoforte Bartolomeo Cristofori 
Pianoforte karya Bartolomeo Cristofori

Pada tahun 1700, untuk pertama kalinya Cristofori membuat alat musik yang kemudian dikenal dengan nama piano. Alat musik temuan Cristofori itu mempunyai nada 4 oktaf. Seorang jurnalis bernama Scipione Maffei menggambarkan alat musik Cristofori itu sebagai Gravecembalo Col Piano El Forte yang berarti Harpsichord dengan papan tuts lembut dan bersuara keras. Semula, alat musik itu disebut Pianoforte. Namun pada akhirnya lebih dikenal dengan nama piano.

Bartolomeo Cristofori meninggal dunia pada 27 Januari 1731 atau pada usia 76 tahun. Saat ini setidaknya masih ada 3 piano karya Cristofori yang masih bertahan dan disimpan di berbagai museum. Satu tersimpan di Metropolitan Museum of Art (Roma, Italia) buatan tahun 1720, Museo Strumenti Musicali (Roma, Italia buatan tahun 1722, dan satunya lagi di Musikinstrumenten-Museum of Leipzig University (Jerman) buatan tahun 1726.

Akhirnya ketikan tengah malam selesai juga..
Untung cuma sedikit, tidak terlalu panjang artikelnya.
Semoga menarik untuk Anda semua pembaca setia blog sederhana ini
Written by: 70 Penemu Updated at : 07:18

Frank McNamara - Penemu Kartu Kredit

Tahukah anda siapa penemu kartu kredit? Dia adalah Frank McNamara, seorang pengusaha yang dikenal sebagai seorang tokoh penggagas adanya kartu kredit.

Pada tahun 1950, McNamara bekerja sama dengan seorang pengusaha yang bernama Ralph Schneider untuk menerbitkan kartu kredit pertama. Kartu itu diberi nama Diners Club. Kartu ini merupakan kartu kredit pertama yang dianggap sah sebagai salah satu alat pembayaran. Hanya saja, pemanfaatan kartu kredit ini hanya sebatas untuk makan, bukan untuk belanja, sebagaimana arti kata Diner itu sendiri yang berarti "makan malam".

 Salah satu contoh kartu kredit Diners Club

Ketika pertama kali diluncurkan, Diners Club memiliki 200 Nasabah dan diterima di 27 rumah makan. Dalam waktu satu tahun, 20 ribu orang telah menjadi nasabahnya. Diners Club tidak hanya berlaku di New York, tetapi meluas ke kota lain di Amerika Serikat, seperti Miami, Chicago, Boston, Los Angeles, dan San Fransisco.

Tahun 1952, Diners Club menyebar ke seluruh negara di dunia. Pada tahun 1973, Diners Club masuk ke Indonesia. Kini, kartu kredit semakin berkembang. Jenis dan pemanfaatannya juga bermacam-macam, diantaranya Diners Club, American Express, Discover, Master Card, Visa, dan BCA Card.
Written by: 70 Penemu Updated at : 23:00
Back to top