Al-Battani - Penemu Jumlah Hari dalam Setahun

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh...

Al-Battani - Penemu Jumlah Hari dalam Setahun. Jumlah hari dalam setahun adalah 365 hari. Bagaimana jumlah ini bisa diperoleh, dan siapakah orang yang pertama kali menemukannya? Apakah penentuan jumlah itu asal-asalan saja atau dengan memperhitungkan banyak hal? Kenapa harus 365 hari, tidak dibuat 500 atau 1000 hari saja supaya mudah untuk diingat? Tentu anda penasaran, bukan???

Al-Battani adalah nama seorang ilmuwan yang disebut-sebut berjasa menemukan hitungan jumlah hari dalam setahun. Nama lengkap Al-Battani adalah Abu Abdullah Muhammad ibn Jabir ibn Sinan Al-Battani. Orang Eropa menjuluki Al-Battani dengan sebutan Albategnius. Ia lahir pada tahun 858 M di dekat kota Battan, Harran. Ia dikenal sebagai ahli astroomi dan matematika terbesar di dunia pada abad pertengahan.


Al-Battani belajar astronomi dan matematika dari ayahnya, Jabir Ibnu Sin'an. Kemudian melanjutkan studinya untuk memperdalam kedua disiplin ilmu tersebut di kota Rakka, di tepi sungai Efrat. Pada akhir abad sembilan, Al-Battani pindah ke Samarra untuk bekerja hingga meninggal dunia tahun 929 M.

Al-Battani berhasil menghitung jumlah hari dalam setahun (dalam tahun masehi) berdasarkan penghitungan waktu yang digunakan bumi untuk mengelilingi matahari, yakni 365 hari, 5 jam, 46 menit, dan 24 detik. Jadi, penentuan jumlah hari dalam setahun bukanlah asal-asalan saja, melainkan berdasarkan perhitungan yang cermat dan matang. Kita tidak bisa sembarangan menentukannya, karena sistem kalenderium itu juga berguna untuk meramal atau menentukan musim.

Perubahan musim ditentukan oleh posisi matahari terhadap bumi. Pada bulan mei misalnya, matahari berada di utara khatulistiwa. Angin bergerak dari selatan (yang dingin) menuju utara (yang lebih panas) melewati gurun Australia yang kering. Akibatnya, setiap bulan Mei, di Indonesia terjadi musim kemarau. Kalau perhitungannya tidak tepat, peramalan musim juga keliru. Misalnya, pada bulan mei, tidak selalu juga terjadi kemarau.

Hasil perhitungan Al-Battani di atas mendekati perhitungan menggunakan peralatan canggih yang digunakan para ilmuwan di abad ini. Sebagai ilmuwan astronomi, Al-Battani banyak menulis buku tentang astronomi dan trigonometri, termasuk sistem perhitungan almanak dan kalenderium seperti yang diulas di atas. Almanak yang diciptakan oleh Al-Battani diakui merupakan sistem perhitungan astronomi yang paling akurat, yang sampai kepada kita sejak abad pertengahan. Pada abad pertengahan, orang-orang Eropa menggunakan sistem ini sampai abad pencerahan.

Dalam pembukuan Almanak, Al-Battani berkata "Ilmu astronomi merupakan bagian dari ilmu dasar yang sangat bermanfaat. Melalui ilmu astronomi, manusia mengetahui hal-hal penting. Dilihat dari manfaat dan kegunaannya dalam kehidupan manusia, astronomi menjadi ilmu yang sangat penting untuk diketahui".

Pada tahun 1899, di kota Roma dicetak sebuah buku berjudul Az-Zaujush Shabi li Batani (Almanak versi Al-Battani) yang disunting oleh Carlo Nallino dari manuskrip yang disimpan di perpustakaan Oskorial, Spanyol. Karya lain Al-Battani yang terkenal adalah Syarh al-Makalat al-Arba'I li Batlamius. Karya ini berisi uraian dan komentar tajam terhadap pemikiran Ptolemy yang tertuang dalam "Tetrabilon" nya.

Al-Battani mengubah teori Ptolemy, serta meralat perhitungan orbit bulan dan beberapa planet. Dia membuktikan bahwa orbit benda langit berbentuk elips, dan membuktikan perubahan posisi matahari menjadi penyebab perubahan musim. Ilmuwan Eropa, Duntho (1749 M), memanfaatkan penemuan Al-Battani tentang orbit elips dari benda langit untuk memetakan pergerakan bulan.

Sementara penemuan Al-Battani dibidang trigonometri, termasuk konsep sinus, kosinus, tangen, dan kotangen, masih digunakan hingga saat ini. Al-Battani meninggal dunia pada tahun 929 M.

Demikianlah artikel yang saya sempat posting untuk hari ini. Semoga bermanfaat.
Silahkan baca juga artikel tentang Peletak Dasar Rumus Trigonometri.
Terima Kasih....

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Alexander Fleming - Penemu Penisilin

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...

Bismillahirrahmanirrahim, kali ini saya akan menuliskan artikel mengenai penemu penisilin. Apa sebenarnya arti dari penisilin itu? Penisilin adalah sebuah kelompok antibiotika β-laktam yang digunakan dalam penyembuhan penyakit infeksi karena bakteri, biasanya berjenis Gram positif. Sebutan "penisilin" juga dapat digunakan untuk menyebut anggota spesifik dari kelompok penisilin. Semua penisilin memiliki dasar rangka Penam, yang memiliki rumus molekul R-C9H11N2O4S, dimana R adalah rangka samping yang beragam.

Saat terjatuh dari sepeda atau motor, dan kulit kita luka-luka atau lecet-lecet, biasanya kita akan memberikan obat antibiotik berupa penisilin agar luka kita cepat sembuh. Tahukah anda siapa penemu penisilin?

Penemu penisilin adalah Alexander Fleming. Ia adalah seorang ilmuwan berkebangsaan Skotlandia yang lahir di kota Lochfield, Skotlandia pada 6 Agustus 1881. Fleming menyelesaikan sekolahnya di Louden Moor School, Darvel School, dan Akademi Kilmarnock sebelum akhirnya pindah untuk meneruskan kuliahnya di Politeknik.


Selepas menyelesaikan studinya, Fleming sempat bekerja di perusahaan pelayaran. Namun ia tidak menyukai pekerjaan tersebut. Itulah sebabnya ketika ia memperoleh bagian harta warisan dari salah seorang saudaranya, ia memutuskan keluar dari pekerjaannya dan belajar kedokteran di Sekolah Kedokteran Rumah Sakit St. Mary di London. Setelah lulus, ia bekerja di tempat Almroth Wright yang sangat meyakini kemanjuran vaksinasi untuk mencegah penyakit. Namun, Fleming berpikir bahwa mungkin ada cara lain untuk menanggulangi infeksi.

Sewaktu Perang Dunia I berlangsung (1914-1918), Fleming terinspirasi oleh prajurit-prajurit yang terluka di medan perang. Imunisasi ternyata tidak mampu menghentikan infeksi bakteri yang menyerang bagian tubuh yang terluka. Fleming pun bertekad untuk menemukan sesuatu yang mampu menghancurkan serangan bakteri tersebut.

Pada tahun 1922, ia menemukan bahwa tubuh manusia sebenarnya mengandung sejumlah enzim dalam air mata dan lendir yang mampu membunuh dengan cepat bakteri-bakteri tertentu. Pada tahun 1928, terjadi peristiwa tak disengaja yang mengantarnya menemukan penisilin. Saat itu sebelum berlibur selama dua minggu, ia meninggalkan piring berisi bakteri Staphylococcus di bangku laboratoriumnya. Ketika itu, ia sedang membuktikan teori favoritnya bahwa lendir hidung memiliki efek antibakteri. Sewaktu ia kembali, sebuah lingkaran kering menyelubungi pertumbuhan jamur kuning kehijauan yang secara tak sengaja mengontaminasi piring itu. Tanpa diketahuinya, spora dari jenis Penicillium natatum telah mampir dari laboratorium mikologi yang berada satu lantai di bawah laboratorium Fleming.

Saat terjadi musim dingin, jamur dalam lingkaran tadi berkembang. Disaat suhu naik, bakteri Staphyloccocus telah tumbuh menutupi permukaan piring, kecuali daerah sekitar jamur. Dengan wawasan pribadi dan penalaran deduktif yang hebat, Fleming menyimpulkan bahwa jamur Penicilium notatum dapat melepaskan zat kimia yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri.

Penemuan ini mengubah jalan sejarah. Ramuan aktif pada jamur yang dinamai Penisilin itu, terbukti sebagai alat penghambat bakteri secara mujarab. Penemuan ini juga telah mengubah cara penanganan infeksi. Penemuan ini pula yang mengubah industri farmasi dengan skala besar membuat penisilin sintetis untuk menaklukkan momok paling tua manusia, termasuk sifilis, gangrene, dan TBC.

Awalnya, hasil penemuan Fleming yang disiarkannya pada tahun 1929 itu, tidak menarik perhatian. Fleming mengemukakan bahwa Penisilin punya arti dalam pengobatan. Namun ia sendiri tidak dapat mengembangkan teknik untuk memurnikan penisilin. Karena itu, lebih dari sepuluh tahun lamanya, obat yang penting itu terlantar. Baru kemudian pada tahun 1939, dua peneliti dari Universitas Oxford, Howard Walter Florey dan Ernest Boris Chain berhasil memurnikan penisilin, dan mencoba substansi itu pada laboratorium binatang.

Tahun 1941 mereka mencoba penisilin pada manusia yang menderita sakit. Hasilnya, percobaan mereka dengan jelas membuktikan bahwa penisilin memiliki potensi sebagai penyembuh yang menakjubkan. Selanjutnya, keduanya terlibat dalam produksi penisilin berskala besar atas dorongan pemerintah Inggris dan Amerika. Pada saat Perang Dunia II meletus, sejumlah penisilin telah tersedia untuk mengobati setiap prajurit yang membutuhkannya. Pada akhir Perang Dunia II, penisilin telah menyelamatkan jutaan umat manusia dari pneumonia, sifilis, gonorhea, difteri, jengkering, dan infeksi pada kelahiran bayi.

Mulanya, penisilin memang hanya digunakan untuk menyembuhkan korban perang. Tapi pada tahun 1944, penisilin dapat digunakan oleh masyarakat sipil Inggris dan Amerika. Baru pada tahun 1945, penggunaan penisilin menyebar ke seluruh dunia.

Atas jasanya menemukan penisilin, Fleming dianugerahi hadiah Nobel Bidang Kedokteran pada tahun 1945 bersama Howard Walter Forey dan Ernest Boris Chain. Fleming diangkat sebagai Presiden Perkumpulan Mikrobiologi Umum, anggota The Pontifical Academy of Science, dan anggota kehormatan hampir di semua komunitas kedokteran dan perkumpulan ilmuwan.

Fleming meninggal dunia pada 1 Maret 1955 karena serangan jantung. Ia dikubur sebagai Pahlawan Nasional Inggris di Katedral St. Paul, London.

Alessandro Volta - Penemu Baterai

Alessandro Volta - Penemu Baterai. Apa Anda mengetahui apa itu baterai? Atau ada yang tidak tahu apa itu baterai? Saya yakin semua orang pasti tahu apa itu baterai. Orang yang tidak normal pun pasti tahu baterai itu apa. Tapi apakah anda tahu siapa penemu baterai? Pada kesempatan kali ini, saya akan menuliskan siapa sebenarnya penemu baterai.

Baterai biasa atau sering kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya untuk menghidupkan senter, jam diniding, mobil-mobilan, remote control, jam tangan, dan masih banyak lagi yang tidak mungkin saya tuliskan semua karena saya disini tidak membahas kegunaan baterai melainkan penemu dari baterai itu.

Dulu sebelum ada listrik, banyak orang yang menggunakan baterai untuk menghidupkan atau untuk keperluan memutar radio atau cassete tape. Ya, baterai memang alat yang berfungsi sebagai pembangkit listrik. Siapakah yang menemukan baterai? Dialah Alessandro Volta, seorang ahli fisika terkemuka dari Italia.


Alessandro Volta dilahirkan dari keluarga bangsawan pada 18 Februari 1745 di Como, Lombardia, Italia. Dia memiliki sembilan saudara sekandung yang semuanya masuk biara, kecuali Volta.

Ketika kecil, Volta dianggap sebagai anak yang terbelakang dan dianggap paling bodoh, karena dia baru dapat berbicara pada umur empat tahun. Tak ada yang menyangka, anak yang bodoh dan terbelakang itu, ketika besar memiliki kemampuan yang dapat menandingi teman sebayanya. Bahkan pada usia 14 tahun, Volta menegaskan keinginannya untuk menjadi seorang ahli fisika.

Berkat ketekunan dan semangatnya yang tinggi, akhirnya Volta berhasil menjadi seorang ilmuwan yang disegani. Pada tahun 1786, seorang ahli fisiologi yang sekaligus teman Volta yang bernama Luigi Galvani, melakukan eksperimen terhadap kaki katak yang diikat dengan kait tembaga. Pada saat kaki katak menyentuh besi, secara otomatis kaki itu berdenyut. Berdasarkan kejadian tersebut, maka Galvani berpendapat bahwa ternyata daging katak mengandung listrik.

Kesimpulan tersebut tidak langsung diterima mentah-mentah oleh Volta. Bahkan, ia sendiri kemudian larut dalam serangkaian eksperimen untuk membuktikan kebenarannya. Hasilnya, pada tahun 1794 atau delapan tahun setelah kejadian itu, Volta memperoleh kesimpulan dari eksperimennya, yaitu ternyata listrik yang dimaksud Galvani bukan berasal dari daging katak, malainkan dari logam. Dari sinilah terjadi perdebatan sengit antara pengikut Volta dan pengikut Galvani.

Sayangnya, perdebatan itu tidak menemui titik temu selama rentang waktu enam tahun lamanya. Hingga pada tahun 1800, Volta berhasil menemukan baterai. Penemuannya ini sekaligus menumbangkan teori Galvani, dan menghentikan perdebatan yang terjadi antara kedua kubu tersebut.

Alessandro Vlota meninggal pada usia 82 tahun atau tepatnya pada 5 Maret 1827 di tanah kelahirannya, Como. Semasa hidupnya, Volta pernah menjadi guru besar dan seorang pengarang. Selain baterai, Volta juga memiliki sejumlah penemuan yang terkenal, diantaranya adalah kondensator, eudimeter, pistol listrik, dan lampu udara.

Abul Wafa Muhammad Al-Buzjani - Peletak Dasar Rumus Trigonometri

Dalam ilmu matematika, ada sebuah ilmu yang mempelajari sebuah sudut dan bagaimana cara mengukurnya. Ditemui pula istilah sinus, kosinus, dan tangen. Trigonometri merupakan istilah dari bahasa Yunani, yaitu "trigonon" (tiga sudut) dan "metro" (mengukur). Selama ini trigonometri dianggap sebagai cabang ilmu yang sulit.

Banyak yang mengira bahwa ilmu trigonometri tak bisa diterapkan dalam kehidupan nyata. Dugaan itu tentu saja tidak benar. Trigonometri memiliki peran yang tidak bisa diabaikan. Saat arsitek membangun bangunan-bangunan tinggi yang kokh dan megah, mereka memerlukan ilmu trigonometri. Mereka tidak akan bisa membangunnya dengan baik jika tidak menguasai ilmu trigonometri dengan baik pula.


Adalah Abul Wafa Muhammad Al-Buzjani, orang yang dianggap pertama kali memperkenalkan sinus dan kosinus. Ia dianggap memiliki kelebihan yang sangat maju dan disiplin ilmu trigonometri. Al-Buzjani lahir di Buzjan, Nishapur, Iran pada 1 Ramadan 328 H atau 10 juni 940 M. Ia banyak belajar matematika pada dua orang pamannya, Abu Amr al-Mughazili dan Abu Abdullah Muhammad ibn Anbasa.

Selain memperkenalkan ilmu trigonometri, Al-Buzjani juga mengembangkan rumus geometri yang merupakan induk dari ilmu trigonometri. Salah satunya adalah pemecahan soal geometri dengan kompas, konstruksi segi empat ekuivalen, dan segi banyak atau bangun datar parabola yang terdiri atas titik-titik. Rumusnya adalah persamaan x4 = a dan x4 + ax3 = b.

Dalam menghitung segitiga lingkaran, Al-Buzjani menyamakannya dengan segitiga siku-siku. Dengan teori Manlaus yang lebih dulu populer, yang memakai kaidah empat persamaan dan teori bayangan, dia berhasil membuat kaidah baru. Dalam segitiga lingkaran yang memiliki sudut lancip, mungkin dapat ditemukan teori sinus. Menggunakan cara hitung sinus 30, hasil hitungan adalah delapan angka puluhan yang nilainya sama dengan nilai hakiki (sebenarnya sinus). Dalam geometri, operasi hitungan sangat penting meskipun masih sering digunakan cara hitung India.

Pada masa modern, para ilmuwan berbeda pendapat saat harus menggunakan teori Al-Buzjani. Berbagai cara menghitung, seperti memasukkan bayangan ke bayangan inti, segitiga sama sisi atau memasukkan potongan kepada potongan ini, terjadi perbedaan pendapat tentang siapa sebenarnya pencetus teori ini. Sebagian ilmuwan menganggap bahwa yang menemukan teori tersebut adalah Ahmad bin Abdullah atau Bahbasy al-Hisab.

Secara umum, karya-karya Al-Buzjani dapat digolongkan menjadi tiga kelompok, sesuai bidang ilmu yang dikuasainya. Pertama adalah karya-karya yang merupakan penjelasan dari ilmuwan lain. Dalam hal ini, Al-Buzjani hanya sebagai seorang penjelas dari teori yang ditemukan oleh ilmuwan lain. Misalnya, ia menjelaskan teori aljabar dari tiga ilmuwan yang memiliki latar belakang, bahkan negara yang berbeda. Ada tiga buku yang ditulisnya untuk menjelaskan teori aljabar versi Deofantos, Abarchos, dan Al-Khawarizmi. Sayang, semua buku ini hilang, sehingga kita tidak bisa mendaptkan pemikiran utuh yang disampaikan oleh Al-Buzjani.

Yang kedua adalah semacam buku panduan atau acuan bagi orang yang bekerja berdasarkan teori geometri, seperti arsitek. Dalam buku ini dijelaskan secara lengkap tentang cara baru menghitung segi empat dan persamaan tingkat empat, segitiga, lingkaran, dan bermacam bangun lainnya. Buku ini ditulis menjelang akhir hidupnya dengan dibantu oleh para ilmuwan lain yang mampu menggambar tanpa bukti matematis. Karena buku ini merupakan proyek negara (perintah penguasa), buku ini masih bisa dipelajari hingga sekarang. Diantaranya adalah buku berjudul Al-Handsa (Geometri Terapan), Al-Kitab Al-Kamil (Buku Lengkap), dan Ilm al-Hisab (Buku Praktis Aritmatika). Buku ini bahkan tidak hanya digunakan para ahli geometri, tapi juga menjadi rujukan untuk menghitung pajak dan perdagangan.

Yang ketiga adalah buku-buku yang tergolong dalam bidang astronomi antara lain al-Majesty dan al-Zayj. Buku ini menjadi semacam ensiklopedia astronomi yang pernah ditulis Ptolemeus, berisi tentang kalender astronomi yang menjadi acuan para ilmuwan untuk meneropong bintang serta benda langit lainnya, gerakan bintang, dan perubahan yang terjadi secara tiba-tiba.

Al-Buzjani pindah ke Baghdad pada tahun 959 M untuk mengembangkan ilmunya. Saat itu Baghdad memang terkenal sebagai pusat ilmu pengetahuan. Berbagai literatur ilmu pengetahuan mudah didapatkan disana. Pihak kerajaan memilihnya untuk memimpin peneropongan bintang di observatorium yang telah dibangun di tama kota Baghdad. Hasil peneropongannya sangat akurat, dan analisisnya diakui oleh para ilmuwan sesudahnya, terutama analisis mengenai astronomi, penentuan waktu dan terbitnya matahari, perkiraan panjangnya musim, dan melencengnya bumi dari garis ekliptikanya.

Selain dalam buku, karya-karyanya juga dipublikasikan dalam berbagai juranal ilmiah, antara lain Diphantor, Euclid, dan Al-Khawarizmi. Namun karya-karyanya itu banyak yang hilang. Metode tabel sinus yang dibuatnya memudahkan pemecahan rumus trigonometri, yaitu hubungan sinus (a+b) dengan rumus 2 sin2 (a/2)= 1 – cos a, dan 2 sin (a/2) cos (a/2). Al-Buzjani meninggal dunia di Baghdad, Irak pada tahun 997 M (Sumber lain menyebutkan 998 M).

Demikianlah artikel panjang dari saya, semoga bermanfaat.
Terima Kasih

Albert Einstein - Penemu Teori Relativitas

Albert Einstein - Penemu Teori Relativitas. Saya yakin semua orang sudah tahu Albert Einstein - Penemu Teori Relativitas. Einstein dinobatkan sebagai ilmuwan abad ini oleh Majalah Time pada tahun 1999. Sebuah gelar yang didasari pada pengabdiannya dibidang Fisika sepanjang hidupnya. Hasil penemuannya tentang teori relativitas dianggap sebagai teori terbesar sepanjang masa. Rumus E=mc2 adalah rumus yang digunakan untuk mempelajari alam semesta. Dimana E=energi, m=massa, dan c=kecepatan cahaya.


Einstein lahir di Ulm, Wurtemberg, 100km dari Stutgart, Jerman Barat, pada 14 Maret 1879. Ia merupakan anak pertama dari pasangan Hermann Einstein dan Pauline. Sejak kecil, Einstein menderita penyakit Autisme yang membuatnya bebeda dengan anak-anak lain seusianya. Perkembangannya terbilang lamban, dan kurang bisa bergaul dengan teman lainnya. Einstein dikenal sebagai anak yang pemalu, suka menantang tata tertib, dan sering dianggap bodoh. Saat sekolah, Einstein dikenal sebagai anak yang bodoh dan malas.

Sebenarnya, Einstein adalah orang yang cerdas dan berpikir ilmiah. Ayahnya yang seorang insinyur, memang bukan pendidik yang ahli fisika. Namun karena perbuatan ayahnya, Einstein jadi gemar dengan ilmu fisika. Saat usianya lima tahun, ayahnya memberi hadiah sebuah kompas. Einstein mulai bertanya, "Mengapa jarum kompas selalu mengarah ke utara dan selatan?"

Ketika bersekolah di SMP, Einstein mulai menampakkan kecerdasannya. Akan tetapi, Einstein hanya senang pada pelajaran eksakta, seperti matematika dan fisika seperti yang dipelajarinya ketika berusia 12 tahun. Hari-harinya sibuk mempelajari kedua mata pelajaran ini.

Tahun 1896 Einstein mendapat gelar diploma, sebuah gelar yang setingkat di bawah sarjana. Selanjutnya, ia bertekad untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Sayang ia tidak lulus ujian masuk. Baru pada tahun berikutnya ia mengikuti ujian lagi dan diterima di Eidgenossiche Techniche Hochschule (Institut Teknologi Swiss Federal) di Zurich. Meski berhasil masuk ke perguruan tinggi, watak malasnya belum berubah. Ia jarang mengikuti kuliah yang disampaikan di dalam kelas. Sebaliknya, ia malah tekun sendirian mempelajari teori fisika. Salah seorang temannya meminjamkan catatan sehingga Einstein bisa lulus pada universitas itu.

Tahun 1900 Einstein diberi izin untuk mengajar di almamaternya. Disini Einstein mendiskusikan kesukaannya pada dunia sains, termasuk pada Mileva Maric, seorang warga negara Serbia yang kemudian menjadi istrinya.

Sejak tahun 1985-1905, Einstein melakukan melakukan penelitian tentang teori relativitas khusus. Karena penemuannya ini, pada tahun 1905 Einstein mendapat gelar Doktor di Universitas Zurich, Swiss dengan tesis yang berjudul On a New Determination of Molecular Dimensions. Dan Einstein kemudian mengajar di Universitas Jerman di Praha pada tahun 1912. Kemudian pada tahun 1913, Einstein diangkat menjadi Direktur Institut Fisika Kaisar Wilhlem di Berlin, Jerman.

Setelah menerima Hadiah Nobel, nama Albert Einstein semakin terkenal. Sebagai wujud penghargaan atas dedikasinya di bidang fisika dan kimia, satuan dalam foto kimia dinamai einstein. Unsur kimia pun ada yang dinamai einstenium. Tak ketinggalan dunia astronomi menggunakan nama 2001 Einstein untuk menamai sebuah asteroid. Persatuan Fisika Murni dan Aplikasi (IUPAP) bahkan menetapkan 100 tahun publikasi teori relativitas sejak tahun 1905, dirayakan sebagai tahun fisika pada tahun 2005.


Albert Einstein telah menjadi ikon budaya. Namanya menjadi istilah untuk menyebut otak jenius dan cerdas. Otak cerdas sering dianalogikan sebagai otak Einstein. Posternya dengan pose lidah menjulur yang dihiasi rumus E=mc2 laris manis dibeli remaja. Selaris poster penyanyi ataupun bintang film. Beberapa merk dagang juga menggunakan namanya untuk iklan demi melariskan produk. Albert Einstein, sang jenius ini, meninggal dunia pada 18 April 1955 di Princeton, New Jersey, Amerika Serikat.

Demikian artikel tulisan saya tentang Albert Einstein - Penemu Teori Relativitas. Semoga bermanfaat.
Terima Kasih
Back to top