TOKOH PENEMU DAN PERINTIS DUNIA

October 2, 2016

Penemu Bola Lampu Pijar - Thomas Alva Edison


Thomas Alva Edison merupakan seorang penemu yang banyak menemukan penemuan penting yang berguna bagi kemanusiaan. Salah satunya adalah bola lampu pijar. Apa jadinya bila dia tidak menemukan benda ini.
Penemu Bola Lampu Pijar - Thomas Alva Edison
Thomas Alva Edison
Thomas Alva Edison dilahirkan di Milan, Ohio, Amerika Serikat pada 11 Februari 1847. Dia merupakan anak bungsu dari tujuh bersaudara pasangan Samuel Odgen (keturunan Belanda) dan Nancy Elliot (mantan seorang guru).

Dalam keluarga, dia biasa dipanggil Al, dan pada usia empat tahun belum bisa bicara sehingga dianggap memiliki kelainan. Namun ketika tumbuh menjadi anak yang sudah cukup besar, dia kerap bertanya tentang apapun pada orang yang ditemuinya. Bila tidak ada jawaban yang memuaskan, dia akan sangat kecewa.

Al bersekolah ketika dia menginjak usia tujuh tahun. Di sekolah, dia dibenci oleh gurunya karena sifatnya yang selalu bertanya. Hal itu merepotkan guru-gurunya. Jadi dia sering dimarahi gurunya karena dianggap aneh. Cara berpikirnya tidak seperti anak-anak lainnya. Al bersekolah hanya bertahan sekitar tiga bulan. Mengetahui anaknya tidak mendapat perhatian di sekolah, ibunya berinisiatif mengeluarkan Al dan mendidiknya di rumah.

Dalam masa pengajaran ibunya, Al mengalami perkembangan yang sangat pesat. Dia mulai bisa membaca dan menulis. Ternyata metode pengajaran yang diterapkan di sekolah gagal membentuk Al menjadi anak yang cerdas. Sementara ibunya mampu membuka potensi kecerdasan yang dimiliki Al.

Di rumah, Al mendapatkan kebebasan penuh untuk belajar. Ayahnya juga sangat perhatian dengan perkembangan pendidikan Al. Ayahnya selalu memberi hadiah uang sebesar 10 sen setelah Al menyelesaikan membaca sebuah buku. Pada usia 11 tahun, dia diperkenalkan dengan dunia ilmu pengetahuan dan perpustakaan di daerahnya. Dia menghabiskan waktunya dengan membaca buku disana. Dimulai dari rak buku paling bawah, dan berlanjut ke rak yang paling atas.

Buku-buku yang dibacanya sangat beragam. Dia membaca buku sejarah tentang peradaban Romawi, Yunani, Inggris, buku Ensiklopedia, seni, dan sebagainya. Buku kimia yang dibacanya adalah buku Ilmu Kimia karangan Richard G. Parker, Kamus IPA yang ditulis Ure, dan Principia yang merupakan masterpiece-nya Isaac Newton. Buku ini berpengaruh besar terhadap naluri ilmuwan yang dimilikinya.

Mengetahui Al sangat gemar kimia dan elektronika, ibunya membelikan buku tentang kimia dan elektronika. Saat berusia dua belas tahun, dia menjadi pedagang asongan di kereta api. uang hasil keuntungannya sebagian dia berikan pada orang tuanya, dan sebagian lagi ditabung untuk dijadikan modal. Al sudah mulai menyukai kimia. Suatu hari sambil berjualan koran di Weekly Herrald, dia melakukan eksperimen di dalam gerbong yang sepi. Karena ketidaksengajaannya, cairan kimianya tumpah dan menyebabkan sebuah gerbong hampir terbakar.

Petugas kereta marah dan melarang Al untuk berjualan lagi di stasiun. Kondektur kereta api menampar pipinya sangat keras sehingga saraf pendengarannya terganggu. Tahun 1862, dia menyelamatkan nyawa seorang anak yang hampir terlindas kereta api. Ternyata dia adalah anak kepala stasiun kereta api. Sebagai balas jasa, Al diajari cara mengoperasikan mesin pengirim telegram. Dia sangat bersungguh-sungguh mempelajari sesuatu yang disukainya itu. Dalam kurun waktu tiga bulan, dia telah mahir mengoperasikan mesin itu.

Di usia lima belas tahun, Edison sudah bekerja sebagai operator telegraf. Disini dia belajar mengembangkan sistem telegraf agar lebih cepat dan efisien dalam pengiriman serta penerimaan kode morse. Penemuan pertamanya terjadi saat usianya enam belas tahun, yaitu sebuah alat yang disebut automatic repeater (pengulang otomatis), sebuah alat yang mampu mengantarkan sinyal diantara stasiun yang kosong. Namun dia tidak mematenkan penemuannya itu.

Edison terus melakukan eksperimen. Kali ini dia membuat sebuah mesin cetak telegrafis. Mesin itu laku dengan harga 40.000 dolar. Sebuah angka yang sangat besar yang didapat oleh seorang remaja seusianya. uang sebanyak itu tidak digunakannya untuk bersenang-senang. Dia mendirikan sebuah pabrik di Newark, dan mempekerjakan 300 karyawan. Pabriknya membuat telegraf yang mampu mengirim sampai empat berita. Karena ketekunan dan kejeliannya, hanya dalam waktu yang tidak begitu lama, pabriknya mengalami kemajuan yang sangat pesat.

Ketika berusia 29 tahun, tepatnya pada tahun 1876, dia mendirikan sebuah laboratorium untuk penelitian di bidang industri. Dalam waktu tiga belas bulan, dia telah berhasil membuat 400 penemuan. Sebuah jumlah yang sangat mengagumkan.

Selama hidupnya, Edison telah menghasilkan 3.000 penemuan. Dari 3.000 penemuan itu, Edison telah mematenkan 1.093 penemuan. Jumlah ini adalah sebuah rekor yang belum pernah terpecahkan. Mayoritas penemuannya adalah pengembangan percobaan karyawannya yang disempurnakan olehnya. Dia mendirikan perusahaan Motion Picture Patens Company, sebuah konglomerasi dibidang film.

Dia banyak membantu Amerika dibidang kemiliteran, diantaranya deteksi pesawat terbang, penghancur periskop, dan alat penghenti torpedo dengan jaring. Thomas Alva Edison meninggal dunia pada 18 Oktober 1931 pada usia 84 tahun, yakni tepat pada ulang tahun penemuan terbesarnya, yaitu bola lampu modern.

0 komentar:

Post a Comment

Terima Kasih telah berkunjung di blog ini. Berkomentarlah yang baik dan sopan. Beritahu saya bila ada kesalahan informasi yang saya tuliskan mengenai sejarah penemu yang ada di blog ini.